Rabu, 02 November 2011

senyawa

Senyawa
http://belajar.kemdiknas.go.id/images/edukasi/blank.gif
Senyawa kimia adalah zat kimia yang terbentuk dari dua atau lebih unsur kimia dengan perbandingan komposisi yang tetap, sehingga memiliki rumus kimia yang tetap. Contoh: Senyawa dihidrogen monoksida (H2O) setiap molekulnya terdiri dari dua atom hidrogen dan satu atom oksigen. Senyawa H2O dalam bahasa sehari-hari dikenal dengan sebutan air. Apabila perbandingan komposisi dalam suatu zat berbeda-beda, tidak dapat disebut senyawa. Zat ini merupakan campuran beberapa unsur atau senyawa. 

Senyawa terbentuk melalui proses pencampuran zat secara kimia, pembakaran atau peruraian (dekomposisi) secara thermal ataupun elektrik.
Sifat senyawa berbeda dengan sifat unsur-unsur penyusunnya. Contoh : air pada suhu kamar berwujud cair, tetapi unsur hidrogen dan oksigen penyusunnya berwujud gas. Senyawa dapat berwujud zat padat, cair serta gas. Senyawa dapat terurai menjadi zat yang lebih sederhana.

Macam senyawa berdasarkan ada tidaknya ikatan karbon dengan hidrogen, yaitu senyawa organik dan an organik. Senyawa organik adalah senyawa kimia yang molekulnya mengandung ikatan karbon dengan hidrogen (kecuali karbida, karbonat dan oksida karbon). Contoh senyawa organik : protein, karbohidrat, lemak, asam lemak, asam amino, asam format dan sebagainya. Contoh senyawa an organik : air, karbon dioksida, alkohol, natrium khlorida, asam karbonat, dan lain-lain.

http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal10a.jpg   http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal10b.jpg 


Beberapa contoh senyawa berdasarkan sifatnya :

1. Senyawa Asam
  • Merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih kecil dari 7.
  • Asam adalah suatu zat yang dapat memberikan proton (ion H+) kepada zat lain (ke zat basa) atau dapat menerima pasangan elektron bebas dari suatu basa.
  • Reaksi antara asam dan basa membentuk garam yang dapat bersifat netral, asam ataupun basa.
  • Contoh asam : asam asetat = asam cuka (CH3COOH), asam sulfat (H2SO4) terdapat dalam baterai dan air accu.
  • Asam umumnya berasa masam. Tidak dianjurkan mencicipi asam yang pekat karena berbahaya.
  • Terasa menyengat bila disentuh, terutama bila asamnya asam kuat.
  • Asam bereaksi hebat dengan kebanyakan logam, sehingga korosif terhadap logam.
  • Pada umumnya asam merupakan elektrolit (penghantar listrik).
http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal11.jpg

2. Senyawa Basa
  • Merupakan senyawa kimia yang bila dilarutkan dalam air akan menghasilkan larutan dengan pH lebih besar dari 7.
  • Kaustik merupakan basa kuat, contoh : kaustik soda = soda api = natrium hidroksida (NaOH), kaustik postas = kalium hidroksida (KOH).
  • Basa adalah suatu zat yang dapat melepaskan (ion OH-) dalam larutan.
  • Pada umumnya basa merupakan elektrolit (penghantar listrik).
  • Rasa pahit, tetapi tidak dianjurkan untuk mencicipi langsung tiap senyawa kimia.
 http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal12a.jpg




3. Senyawa Garam
  • Merupakan senyawa ionik yang terdiri dari ion positif (kation) dan ion negatif (anion)
  • Bersifat netral (tanpa bermuatan).
  • Garam terbentuk dari hasil reaksi asam dan basa.
  • Garam yang dilarutkan dalam air merupakan larutan elektrolit yang dapat menghantarkan arus listrik.
  • Contoh : Natrium khlorida = garam dapur (NaCl).
 http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal12b.jpg

4. Oksida
  • Oksida terbentuk setelah oksigen bereaksi dengan suatu unsur lainnya.
  • Oksida adalah senyawa kimia yang mengandung atom oksigen serta unsur lain.
  • Kerak bumi banyak mengandung oksida.
  • Oksida yang dihasilkan dari pembakaran hidrokarbon yaitu karbon monoksida (CO) dan karbon dioksida (CO2).
  • Oksida dimanfaatkan untuk melapisi logam agar tidak berkarat, seperti lapisan tipis Al2O3 pada aluminium foil.
  • Oksida ada yang bersifat korosif, seperti Fe2O3 atau besi oksida (karat besi).
 http://belajar.kemdiknas.go.id/file_storage/materi_pokok/MP_381/Image/hal13.jpg


Tidak ada komentar:

Poskan Komentar